Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru dari Partai Demokrat, HM Sumardany Zirnata, memanfaatkan masa sidang kedua tahun 2026 untuk menggelar reses dan menyerap aspirasi warga di 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru.
Pada Senin sore (3/8/2026), HM Sumardany mengunjungi konstituen di RW 18 Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai—wilayah yang selama ini tergolong rawan banjir dan krisis air bersih.
Keluhan Banjir dan Krisis Air Bersih di Sri Meranti
Kasi Kesos Kelurahan Sri Meranti, Swarno, mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen wilayah Sri Meranti langganan banjir setiap kali curah hujan tinggi atau luapan Sungai Siak meningkat.
Beberapa permasalahan utama yang dihadapi warga setempat meliputi:
- Drainase Tidak Berfungsi: Parit-parit di pemukiman hampir tidak berfungsi optimal.
- Pompa Air Bermasalah: Fasilitas pompa sering mengalami kendala teknis saat debit air naik.
- Penataan Bangunan: Adanya bangunan di atas saluran parit yang memerlukan penataan ulang dari pemerintah provinsi.
Selain masalah banjir, Ketua RW 18, Hasyim, menekankan pentingnya akses air bersih bagi warga. Layanan PDAM yang dinilai kurang optimal membuat warga sangat membutuhkan pembangunan sumur bor yang layak dan sehat.
Menerima Dukungan Warga untuk 2029
Melihat kehadiran dan kepedulian HM Sumardany, Ketua RW 18 Hasyim bersama warga yang hadir menyampaikan dukungan penuh agar politisi Partai Demokrat tersebut kembali maju sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2029 mendatang.
“Kami siap mendukung Bapak kembali maju di tahun 2029 mendatang. Hari ini kita bersama Pak Sumardany, jangan sampai besok berubah lagi,” ujar Hasyim.
Tanggapan Sumardany: Pilih Fokus Kerja untuk Masyarakat Pekanbaru
Menanggapi berbagai aspirasi serta dukungan politik untuk 2029, HM Sumardany menegaskan komitmennya untuk tetap fokus bekerja dan menuntaskan amanah masyarakat saat ini.
“Momen 2029 masih jauh dan ada forum tersendiri untuk urusan dukungan politik. Saat ini, kami 65 anggota DPRD Riau sedang turun ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai amanah negara,” tegas Sumardany.
Ia menambahkan beberapa poin penting terkait tindak lanjut aspirasi warga:
- Pendataan Aspirasi berbasis Database: Seluruh aduan dari 15 kecamatan dan 83 kelurahan di Pekanbaru dicatat secara rinci dalam database.
- Pembagian Kewenangan: Masalah yang menjadi ranah Pemerintah Provinsi Riau akan diperjuangkan di tingkat provinsi, sedangkan masalah skala kota akan diteruskan ke Pemerintah Kota Pekanbaru.
- Sinergi Pemerintah Kota: Koordinasi akan berjalan lebih efisien mengingat Wali Kota Pekanbaru saat ini merupakan sesama kader Partai Demokrat Riau.
Langkah ini menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat Pekanbaru tetap menjadi prioritas utama tanpa terdistraksi oleh wacana politik 2029.
Sumber : https://metromadani.com/politik/didukung-kembali-maju-2029-sumardany-pilih-fokus-kerja/




