PEKANBARU — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Demokrat, H. M. Sumardany Zirnata, ST., M.Sc, pada Jumat (31/7/2026). Bertempat di RT 03 / RW 03, Perumahan Kartama Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, ratusan warga tumpah ruah menyambut kedatangan wakil rakyat Dapil I Kota Pekanbaru tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Bagi warga setempat, kehadiran Anggota DPRD Provinsi Riau secara langsung hingga ke lingkungan perumahan merupakan momen yang jarang terjadi.
Dalam pembukaannya, Sumardany mencairkan suasana dengan memberikan pertanyaan interaktif mengenai Anggota DPRD Riau Dapil Kota Pekanbaru. Langkah ini dilakukan untuk memberikan edukasi politik kepada warga.
“Pertanyaan ini saya ajukan agar Bapak dan Ibu tahu bahwa kami di DPRD Riau tidak bekerja sendirian. Reses ini bertujuan menampung aspirasi yang akan menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokkir) untuk disampaikan dalam rapat paripurna dan dijadikan program kerja ke depan,” jelas Sumardany.
Deretan Aspirasi Warga: Pengembangan Mushola Hingga Infrastruktur
Dalam sesi tanya-jawab, warga menyampaikan berbagai masukan dan keluhan mendasar:
- Pengembangan Tempat Ibadah: Sapriadin, pengurus Mushola Al-Ikhsan, menyampaikan kebutuhan perluasan lahan mushola seiring bertambahnya jamaah, sokongan biaya listrik, serta insentif untuk marbot.
- Pemberdayaan Ekonomi Ibu & Lansia: Warga mengusulkan adanya wadah kegiatan produktif atau kelompok UMKM untuk menambah penghasilan keluarga.
- Pendidikan Agama & Poin Disabilitas: Guna mengurangi dampak negatif gadget pada anak, warga berharap didirikan Pondok Tahfidz Qur’an. Selain itu, warga juga meminta perhatian khusus dan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
- Perbaikan Jalan Lingkungan: Ketua RT 03, Rahmat Hartono, mengusulkan semenisasi ulang untuk jalan lingkungan perumahan sepanjang kurang lebih 250 meter yang kondisinya rusak parah.
Sorotan Warga Terhadap Program MBG
Puncak diskusi hangat terjadi ketika salah seorang warga menyoroti pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Warga menilai program tersebut perlu dievaluasi karena dianggap kurang efektif di lapangan serta berdampak pada dinamika harga kebutuhan pokok.
Tanggapan dan Komitmen Sumardany Zirnata
Menanggapi seluruh masukan tersebut, Sumardany menegaskan bahwa seluruh aspirasi warga telah dicatat untuk ditindaklanjuti, baik di tingkat daerah maupun nasional.
- Isu Disabilitas: DPRD Riau telah memiliki payung hukum Perda yang menjamin kuota penyerapan tenaga kerja disabilitas sebesar 1–2% di instansi pemerintah maupun swasta.
- Pembangunan & Sarana Ibadah: Pengajuan perbaikan jalan, bantuan tempat ibadah, serta fasilitas pendidikan agama akan dikoordinasikan melalui penganggaran daerah (Provinsi dan Kota Pekanbaru).
- Pemberdayaan UMKM: Kegiatan produktif bagi ibu-ibu dan lansia akan diarahkan melalui wadah pembinaan UMKM agar dapat memperoleh bantuan resmi pemerintah.
- Evaluasi Program MBG: Memperjelas posisinya, Sumardany menegaskan bahwa MBG merupakan program nasional yang saat ini tengah berada dalam tahap evaluasi oleh pemerintah pusat agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran. Aspirasi warga mengenai isu ini juga akan dibawakan dalam Paripurna.
Usai acara, Sumardany menutup rangkaian kegiatan dengan meninjau secara langsung kondisi Mushola Al-Ikhsan dan berdiskusi bersama para pengurus mengenai rencana pengembangan ke depan.




