Anggota DPRD Riau dapil Pekanbaru, Sumardany Zirnata menjemput aspirasi ke Perumahan Mangga, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, Sabtu (14/2/2026) malam. Berbagai masukan dan keluhan mengalir disampaikan warga kepada kader Partai Demokrat itu.
Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga adalah keterbatasan sekolah menengah atas negeri di wilayah tersebut. Saat ini hanya ada satu SMA negeri, yaitu SMAN 10 Pekanbaru, serta SMKN 6 sebagai sekolah kejuruan negeri. Kondisi ini membuat banyak anak mereka sulit masuk di sekolah negeri saat penerimaan peserta didik baru.
“Kami mohon bantuan agar anak-anak bisa masuk SMA 10, jangan hanya terpaku pada SMK 6 saja,” ujar seorang perwakilan warga RT 01.
Selain masalah pendidikan, dia juga mengeluhkan kondisi Sungai Pebatuan yang banjir setiap airnya meluap setiap musim hujan. Warga berharap sungai dengan lebar sekitar 450 meter itu bisa di dam untuk menghindari banjir.
Keluhan tersebut langsung ditanggapi anggota Komisi DPRD Riau, terkait minimnya sekolah negeri, Sumardany mengatakan, memastikan ada berbagai jalur penerimaan PPDB, seperti prestasi, afirmasi, mutasi, dan zona. Karena itu dia berharap jalur PPDB ini dapat berjalan dengan baik, sehingga tahun depan keluhan serupa tidak lagi terjadi.
Masalah lain yang menjadi perhatian adalah akses air bersih. Pengurus Mushalla Jabal Nur, Eka Putra RT 02 RW 14 mengeluhkan kondisi mesin pompa air di mushalla mereka yang rusak.
“Di sini Pak, air bersih itu susah, jadi mesti pakai mesin pompa. Kebetulan baru berapa hari ini pompa air kami rusak, apalagi ini mau masuk Bulan Ramadhan, jadi kami minta tolong untuk dibantu, Pak,” kata Eka.
Keluhan yang sama juga disampaikan kader Posyandu yang tempatnya belum punya meteran listrik dan pompa air. Bahkan pada kesempatan itu seorang warga minta untuk diadakan mesin jahit.
Dengan bijak Sumardany menjawab dan memberikan solusi terhadap semua keluhan dan masukan warga. Dirinya minta agar warga mencatat semua masukan dan tanggapan untuk disekap oleh tim agar dapat direalisasikan.
“Untuk mesin air mushalla karena kami tidak bawa mesinnya, jadi saya kasih uang untuk dibelikan pompa air, ya Pak,” ujar Sumardany, seraya disambut tepuk tangan warga.
Sebelumnya Lurah Mentangor Bismi Hayati sempat menjelaskan diwilayahnya, dengan 15 ribu jiwa penduduk dan 5.150 KK ini memang memiliki kebutuhan besar akan pendidikan dan air bersih, mengingat kondisi wilayah yang dulunya merupakan ranah pasir dan batuan.
“Semua aspirasi yang disampaikan warga wajar, karena memang itu yang dibutuhkan warga di sini. Warga tampak senang sebab semua keluhan mereka langsung ditanggapi anggota Dewan kita Bapak Sumardany,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, lurah juga diumumkan akan dilakukan pembentukan panitia untuk pemilihan RT/RW baru. Sebanyak 4 RW dan 18 RT akan memasuki masa pendaftaran calon pengurus pada tanggal 19 hingga 24 Februari, yang kemudian akan melalui proses uji kelayakan bersama Tapem Kelurahan. Nantinya pemilihan RT RW ini dilakukan dengan prinsip musyawarah untuk mendapatkan pilihan terbaik masyarakat.
“Dengan demikian nantinya dalam penyusunan program sejalan antara masyarakat dengan kelurahan,” kata Bismi.
Acara berakhir sekitar pukul 22:00 wib dan ditutup dengan sesi foto bersama. Tampak warga puas dengan kehadiran wakilnya di DPRD Riau yang langsung turun untuk mendengarkan suara mereka.







