Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Riau HM Sumarday Zirnata ST MSc tanpa putus setiap sore hingga malam harinua pada masa reses ini terus mendatangi konstituennya menjemput aspirasi warga Pekanbaru yang ia wakili.
Jumat sore, (13/2/2026), anggota Komisi I itu hadir menjemput aspirasi warga dilapangan RT 03, RW 06 Kelurahan Tangkerat Barat, Kecamatan Marpoyan Damai.
Seperti reses sebelumnya, antusias warga silih berganti menyampaikan pertanyaan, usul, saran dan aspirasinya kepada HM Sumardany, meskipun berada ditengah kota namun usulan sebagai lingkungan yang tengah maju terus disuarakan, mulai soal drainase, semenisasi, beasiswa, posyandu, lapangan volly dan aspirasi lainnya.
“Mungkin reses kami ini agak berbeda dengan yang lain ya Bapak Ibu? Kami sengaja mengedarkan form aspirasi yang harus kita tulis, sebagai bahan kami menghimpun berbagai saran, masukan dan usulan untuk dibuatkan bank data, sehingga memudahkan kami apa yang harus kami suarakan di provinsi nanti,” jelasnya.
Pasalnya, kalau menyampaikan langsung tidak semua yang dapat tersampaikan dan berkesempatan. Bahkan, mungkin ada malu dan enggan menyuarakan.
Terlihat berbagai usulan saat itu juga dibantu langsung seperti pengadaan alat Posyandu, bantuan beli baju Ibu ibu rebana, tambahan kas Posyandu dan alat olahraga.
Namun dari sekian banyak aspirasi, seorang guru SMK swasta, Eliah Muhlina menyampaikan keluh kesah kesejahteraan guru swasta yang bedah jauh perhatian pemerintah dengan guru negeri saat ini.
“Kami minta Pak Dewan bahwa pendapatan dan kesejahteraan guru swasta dengan kondisi ekonomi saat ini jauh beda dengan yang di negeri. Apakah ini faktor MBG banyak uang habis kesana atau ini hanya isu dan hoaxs. Mohon penjelasan dan perhatian Bapak,” sampainya.
Menyikapi keluhan tersebut, H Sumardany menjelas tidak ada faktor MBG dengan pendapatan kesejahteraan guru, sebab MBG merupakan program nasional dan guru SMK memang berada dibawah naungan provinsi.
“Guru SMK ini buk, memang berada dibawah kita pemerintah provinsi tak ada kaitan dengan isu habis oleh MBG, itu tidak ada. Namun kondisi APBD kita saat ini memang jauh menurun, maka ini yang menjadi penghambat,” jawabnya.
Kondisi ini juga dialami sejumlah kabupaten kota di Riau dimana APBD nya turun dan ini justru berbeda dengan Kota Pekanbaru yang naik dari 800 ke 1 triliun.
“Disinilah hebatnya Pak Walikota kita ini pak bu, ditengah yang lain APBD nya turun, justru kita di kota alami kenaikan,” sambil disambut tepuk tangan warga yang hadir, sebab Pekanbaru saat ini dinakodai kader Partai Demokrat.
Untuk itu, pihaknya di provinsi bertekad untuk lebih intens lagi dalam menggali berbagai potensi pendapatan untuk peningkatan APBD ini.
“Sebab pasti akan berefek kepada kesejahteraan sekolah SMK dibawah naungan provinsi ini ya buk. Mudahan nanti APBD kita naik, sehingga berbagai bantuan ke sekolah swasta kembali normal dan meningkat,” tandasnya.
Sumber : https://metromadani.com/kabar-warga/guru-smk-swasta-minta-perhatikan-kesejahteraan/







