Warga Pekanbaru keluhkan minimnya SMA hingga seringnya kemalingan kepada Anggota DPRD Riau M Sumardany Zirnata. Keluhan itu disampaikan warga saat reses Sumardany, pada Jumat (13/2/2026) di RW 10, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki.
Dalam reses itu, Sumardany didampingi oleh Ketua RW 10 Firdaus Zein, beserta perangkat RT setempat, serta dihadiri oleh puluhan warga RW 10, Kelurahan Labuh Baru Barat.
Eli, salah seorang warga yang hadir dalam reses itu menyampaikan aspirasinya terkait pembangunan sekolah baru terutama untuk tingkat SMA. Pasalnya, jarak sekolah yang ada jauh dari zonasi mereka.
Pensiunan guru itu menyarankan agar lahan atau gedung milik pemerintah yang ada di wilayahnya dapat dijadikan atau dibangunkan SMA.
Kemudian aspirasi lainnya datang dari Nurladi Bakri, yang meminta agar ada bantuan untuk warga lanjut usia (Lansia).
Selanjutnya, aspirasi datang dari Buk Titin, yang mengeluhkan banjir di lingkungannya. Titin, menyebut saat ini banyak rumah warga yang lantainya sudah ditinggikan. Sementara rumah warga yang belum ditinggikan akan terkena banjir.
“Kami berharap, ada solusi dari pemerintah dan Pak Sumardany selaku Anggota DPRD Provinsi Riau,” harap Titin.
Terakhir aspirasi yang diterima Sumardany, disampaikan oleh Buk Tuti, yang mengeluhkan keamanan lingkungan. Pasalnya, sudah sering terjadi kemalingan di lingkungannya.
Bahkan, trafo PLN saja sudah 4 kali kemalingan. Karena itu kami dari warga berencana untuk memasang portal, dan kalau bisa ada bantuan dari bapak Sumardany,” pinta Tuti.
Menanggapi keluhan dan aspirasi warga Labuh Baru Timur tersebut, Sumardany, akan menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Riau dan juga Pemerintah Kota Pekanbaru. Menurutnya, semua yang dikeluhkan warga ada kewenangan masing-masing.
Terkait membangun unit sekolah baru, Sumardany menegaskan bahwa saran yang disampaikan warga tersebut sangat bagus. Hanya saja perlu prosedur yang harus dilalui.
“Mulai dari pembebasan lahan hingga ukuran tanah yang harus memenuhi syarat standar sekolah. Jika itu terpenuhi, maka Pemerintah Provinsi Riau bisa membangun sekolah di sana,” ujar Sumardany.
Kemudian terkait bantuan, Politisi Demoktrat itu menyebut, bahwa kondisi keuangan daerah saat ini tengah sulit. Keadaan ini tidak hanya terjadi di Riau namun berlaku secara global.
“Namun begitu, alhamdulillah saat ini tengah berjalan panitia khusus optimalisasi pendapatan daerah di DPRD Riau. Dengan harapan, APBD Riau yang saat ini hanya satu digid bisa naik kembali menjadi dua digid,” sebutnya.
Terkait banjir, dirinya menyebut bahwa Pemko Pekanbaru saat ini tengah berbenah. Ia menyebut, saat ini banjir masih ada, namun sudah mulai berkurang dari biasanya.
“Karena masalah banjir ini kalau hanya mengandalkan keuangan Pemerintah Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau tidak akan sanggup. Makanya kita cari tambahan dari anggaran pusat. Dan saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus melakukan upaya meminimalisir banjir dengan menormalisasi drainase dan lainnya,” sebutnya.
Dirinya sebagai kader Partai Demokrat juga akan menyampaikan aspirasi ini kepala Walikota Pekanbaru yang merupakan Ketua Partai Demokrat Riau.
Sedangkan terkait keamanan lingkungan, dirinya menyampaikan bahwa pada saat bulan Ramadhan mendatang, aparat keamanan akan melakukan patroli secara rutin. Dengan harapan, keamanan di lingkungan masyarakat dapat terjaga dan kondusif.







